Prosedur Skripsi/Praktek Industri

Skripsi dapat diambil mahasiswa dengan syarat telah menempuh kuliah minimal 100 sks dengan Indeks Prestasi Kumulatif minimal 2,00. Unsur-unsur yang diperlukan untuk melakukan skripsi telah dipelajari sejak semester satu, baik dalam kuliah, praktikum dan praktek lapangan. Oleh karena itu, mahasiswa sudah dapat mempersiapkan judul atau topik skripsi sedini mungkin untuk mempersingkat masa studi.

Ujian pendadaran adalah evaluasi hasil penulisan skripsi mahasiswa yang penyelenggaraannya diatur Fakultas. Syarat untuk menempuh ujian pendadaran adalah mahasiswa telah lulus matakuliah yang dipersyaratkan (minimal 140 sks) dengan IPK lebih besar atau sama dengan 2,00; Nilai D tidak lebih dari 25% dari total sks (nilai Pancasila & Agama minimal C); tercantum sebagai pengambil "Skripsi" dalam KRS pada satu tahun yang bersangkutan; serta terdaftar sebagai mahasiswa UGM.

Ujian pendadaran dilaksanakan selama maksimum 2 jam. Tim Penguji terdiri dari 2 Dosen Penguji dan 1 atau 2 Dosen Pembimbing Skripsi (Pembimbing Utama dan/ atau Pembimbing Pendamping). Tim penguji ujian pendadaran ditentukan oleh Dekan atau Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu, atas usulan Ketua Departemen dan Komisi Skripsi.

Setelah ujian pendadaran, mahasiswa dapat dinyatakan lulus ujian atau tidak lulus ujian. Bagi yang tidak lulus ujian diwajibkan mengulang dalam waktu paling lama satu bulan setelah ujian pertama.

 

Pengujian internal bonding pada papan partikel

 

Praktek Industri Hasl Hutan diarahkan untuk diikuti oleh mahasiswa yang telah menyelesaikan prasyarat berupa minimal sudah mencapai 100 sks dan lulus pre-test.

Praktek dengan bobot 2 sks ini dilaksanakan selama 2 minggu (14 hari  efektif) pada industri-industri yang aktivitasnya gayut dengan kegiatan pengolahan hasil hutan seperti industry penggergajian, pengeringan, pengawetan, kayulapis, papan partikel, pulp dan kertas, mebel dan kerajinan, gondorukem, terpentin, dan minyak kayu putih. Materi yang dipelajari antara lain adalah pengelolaan industri khususnya yang berkaitan dengan rencanaan kegiatan teknis penyediaan dan pemilihan bahan baku, proses produksi, ketenaga-kerjaan, pengendalianmutu, penangananlimbah, dan pemasaran. Pemilihan tempat praktek dilakukan oleh mahasiswa yang bersangkutan, sesuai dengan bidang yang diminati dan dukungan matakuliah yang sejalan.

 

Pengamatan di industri pengolahan kayu terpadu di Cepu (Perhutani)