Laboratorium Pembentukan dan Peningkatan Kualitas Kayu

Struktur Organisasi

 Ketua              : Prof. Dr Sri Nugroho Marsoem

Anggota         :   Prof. Dr. Soenardi Prawirohatmodjo

                             Widyanto Dwi Nugroho, Ph.D

                             Fanny Hidayati, Ph.D

                             Oka Karyanto, M.Sc

                             Harry Praptoyo, MP.

Laboran         :   Fajar Setiaji, S.Hut

                            Moh. Sugiarto

 

Laboratorium Pembentukan dan Peningkatan Kualitas Kayu (LPPK) yang dulunya bernama Laboratorium Struktur dan Sifat Kayu (LSSK) merupakan laboratorium di DTHH yang pertama ada sejak berdirinya FKT-UGM di tahun 1963. Saat itu ketuanya adalah Prof. Soenardi Prawirohatmodjo dengan staf sesudahnya adalah Ir. Burhanudin Siagian dan Ir. Anwar Chumaedi. Kepemimpinan di LSSK dilanjutkan oleh Ir. Burhanudin Siagian sampai tahun 2007. Pada awalnya kegiatan di LSSK meliputi praktikum dan kuliah ilmu kayu yang mempelajari sifat makroskopis kayu untuk mengidentifikasi jenis kayu dan anatomi kayu. Kegiatan yang dilakukan masih menggunakan peralatan yang terbatas berupa sampel kayu dan loupe. Seiring berjalannya waktu, ilmu kayu yang diajarkan mulai lebih spesifik dengan dibedakan menjadi beberapa bidang lainnya seperti fisika kayu, kimia kayu dan mekanika kayu. Selanjutnya untuk bidang  kimia kayu disediakan laboratorium terpisah yang tidak lagi di bawah LSSK mulai tahun 1995. Mekanisme pembentukan kayu juga dipelajari secara detail pada pohon yang masih berdiri.

 

   

Pengukuran riap dan penebangan pohon suren

 

Berbagai layanan pendidikan telah dilakukan di LPPK, baik dalam bentuk perkuliahan, praktikum, penelitian mahasiswa dalam bentuk tugas akhir, penelitian dosen, serta pengujian sampel kayu dari instansi luar Fakultas Kehutanan ataupun UGM. Mata kuliah yang diselenggarakan LPPK pada kurikulum 2010 untuk S1 antara lain Anatomi dan Identifikasi Kayu beserta praktikum, Variasi Sifat Kayu;  Determinasi Ciri dan Sifat kayu Kayu; Fisika dan Mekanika kayu. Pada level S2 ditawarkan matakuliah Pembentukan Kayu, Pembentukan dan Karakteristik Kayu Reaksi, Mikroteknik Kayu, dan Tegangan Pertumbuhan Pohon. Pada level S3 ditawarkan Ultrastuktur Kayu Topis, Forensik Serat Kayu, dan Struktur Kayu dan Lingkungan.

 

 

               

       Pembuatan dan penimbangan sampel uji sifat fisika kayu

 

Sebagai laboratorium, LPPK melayani praktikum anatomi dan identifikasi kayu yang dilaksanakan di unit anatomi dan identifikasi kayu dengan peralatan yang sudah cukup lengkap, serta praktikum fisika dan mekanika kayu yang dilaksanakan di unit fisika dan mekanika kayu. Beberapa fasilitas yang dimiliki oleh Lab. PPK diantaranya adalah 3 unit ruang laboratorium yaitu ruang identifikasi kayu, ruang anatomi kayu dan ruang fisika dan mekanika kayu. Ruang Identifikasi dan Anatomi terletak di lantai 2 yang memiliki kapasitas 80-100 mahasiswa untuk kegiatan pelayanan praktikum dan penelitian mahasiswa dan dosen. Sementara ruang fisika dan mekanika berada di lantai 1 dengan kapasitas sebanyak 50 mahasiswa. Beberapa peralatan yang terdapat di ruang identifikasi dan anatomi kayu di antaranya : unit light microscope, loupe perbesaran 15-18x, kompor pemasak, fibroskop, autoclave, slide microtome, Polarized Microscope type Olympus BX51, dan beberapa peralatan gelas (tabung reaksi, gelas ukur, object glass, dek glass dll).

 

   

Maserasi kayu dan pengirisan kayu untuk preparat anatomi-dimensi serat kayu

 

Beberapa peralatan yang terdapat di ruang Fisika dan Mekanika Kayu diantaranya :

a)      1 Unit Universal Testing Machine (Instron)

b)     1 unit Oven Memmert

c)      2 unit timbangan analitik (digital)

 

          

Pengamatan anatomi kayu dengan mikroskop polarisasi dan warna kayu menggunakan spectrocolorimeter

 

Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh LPPK. Pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh LPPK  meliputi kegiatan penyuluhan dan pelatihan terkait sifat-sifat dasar kayu yang diselenggarakan bersama-sama dengan lab lainnya di DTHH. Lokasi pengabdian masyarakat biasanya dilakukan di kecamatan pada kabupaten-kabupaten di DIY. Selain itu juga mengadakan pelatihan tentang identifikasi kayu di kampus FKT-UGM dengan mengundang peserta dari luar UGM. Sasaran pengabdian masyarakat biasanya adalah pelaku industri perkayuan, pengrajin UKM, serta beberapa dinas terkait. Kegiatan yang dilakukan berupa pemberian materi mengenai cara identifikasi kayu, pelatihan identifikasi kayu sehingga peserta dapat membedakan jenis kayu yang satu dengan yang lainnya serta pemahaman sifat-sifat dasar kayu. Kerjasama dengan luar negeri selama ini banyak dalam kegiatan penelitian yaitu penelitian kolaborasi dengan Nagoya University, Tokyo University Agriculture and Technology, Utsunomiya University, Forest Product Research Institute dll. serta aktif dalam oragnisasi International Assosociation of Wood Anatomist (IAWA).

 

Pengujian kekuatan/mekanika kayu dengan Universal Testing Machine (UTM)